JAKARTA – PT Asuransi Takaful Keluarga (ATK) menerapkan sistem interkoneksi pembayaran premi lanjutan di kantor pos Jabodetabek guna mengoptimalkan pelayanan premi lanjutan.
Dalam penerapan sistem tersebut, ATK bekerja sama dengan PT Pos selaku mitra yang menerima pembayaran premi ATK lanjutan dan PT Arta Jasa selaku mitra penyedia sistem teknologi informasi (TI). `’Ini mempermudah nasabah kami untuk membayar premi lanjutannya,” kata Direktur Utama ATK, Muhammad Aminuddin Ismail, Rabu, (18/4).
Dalam tiga tahun terakhir, ATK mengandalkan jasa kolektor untuk menghimpun premi lanjutan nasabah. Namun, pola itu dinilai belum optimal. Terutama bagi nasabah dengan jarak tempat tinggal cukup jauh dari kantor cabang ATK sehingga menyebabkan cukup banyak hilangnya potensi pembayaran premi lanjutan. `’Contohnya, kalau ada nasabah yang mau bayar premi lanjutan sekitar Rp 200-300 ribu, tapi tempat tinggal nasabah cukup jauh sekitar 100 kilometer sehingga kolektor tidak bisa datang ke tempat nasabah,” katanya.
Menurut Aminuddin, tingginya penghimpunan premi lanjutan menunjukkan tingkat loyalitas nasabah terhadap ATK. Karena itu, upaya optimalisasi penghimpunan premi lanjutan sangat penting dilakukan. `’Saya pikir tingkat penghimpunan premi lanjutan itu menggambarkan tingkat loyalitas nasabah terhadap produk-produk takaful,” katanya.
Hingga akhir tahun, ATK baru menerapkan sistem pembayaran premi lanjutan di kantor pos Jabodetabek. Sedangkan, tahun depan, ATK berencana menerapkan sistem pembayaran tersebut di kantor pos di pulau Jawa. `’Jadi target jangka panjang kita seluruh Indonesia,” katanya.
Menurut Aminuddin, kerja sama pembayaran tersebut terkait dengan misi ATK agar layanan asuransi syariah dapat diakses banyak masyarakat. Layanan tersebut diharapkan tidak hanya diakses msyarakat di perkotaan, tapi juga di pedesaan. `’Ini memang sesuai dengan misi Takaful agar layanan asuransi syariah sampai ke pelosok. Tidak hanya di kota tapi sampai ke desa-desa,” katanya.
Hingga Maret 2007, aset ATK meningkat menjadi Rp 353,116 miliar dibandingkan periode sama tahun lalu, Rp 269,892 miliar. Sedangkan, penghimpunan premi per Maret lalu meningkat menjadi Rp 47,388 miliar dibandingkan periode sama tahun lalu, Rp 31,403 miliar. Pembayaran klaim per Maret lalu meningkat menjadi Rp 19,700 miliar dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 17,478 miliar.
Perolehan laba ATK per Maret lalu meningkat menjadi Rp 1,335 miliar dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 1,323 miliar. Ekuitas ATK per Maret lalu meningkat menjadi Rp 75,910 miiar dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 66,157 miliar.
Direktur Utama Syarikat Takaful Indonesia Wan Zamri Wan Ismail, sebelumnya menyebutkan ATK berencana membuka dana pensiun lembaga keuangan (DPLK) syariah awal tahun depan. Sebabnya, pasar dana pensiun syariah di Indonesia dinilai memiliki potensi pengembangan bisnis cukup besar.
Menurut Wan Zamri, persiapan pembukaan DPLK syariah oleh ATK telah dimulai sejak akhir tahun lalu. Hingga kini, ATK telah mempersiapkan sejumlah SDM-nya yang akan mengelola DPLK syariah tersebut. Selain itu, ATK juga telah mempersiapkan dokumen terkait pembukaan DPLK syariah tersebut.
Wan Zamri menyebutkan, ATK berencana mengajukan permohonan rekomendasi syariah kepada Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI) akhir tahun ini. Selanjutnya, ATK akan mengajukan permohonan izin pembukaan DPLK syariahnya kepada Departemen Keuangan (Depkeu).n aru
Republika.
Kamis, 19 April 2007
No related posts.
Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.
Tags: kantor pos, Premi takaful

Fitria